Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

Lahir Dengan Kondisi Jantung Diluar Tubuh, Gadis Ini Buktikan Mampu Bertahan Hidup Hingga Sekarang



Lahir dengan kondisi yang 'kurang sempurna' memang bukanlah pilihan, namun kita harus bisa mensyukurinya. Bahkan kita perlu membuktikan pada dunia bahwa kita mampu melakukan banyak hal dengan keterbatasan yang dimiliki.


BACA JUGA : Bayi Korban Perang Suriah Ini Hidup Kembali Setelah Dokter Menyelamatkannya, Lihat Videonya!



Seperti halnya Virsaviya, gadis berusia 7 tahun yang memiliki kekurangan, ia terlahir dengan jantung yang berada di luar dadanya. Jantung yang berada diluar tubuhnya itu hanya dilindungi oleh kulit tipis yang sangat rentan jika terkena benturan benda keras.

Istilah medis untuk kondisi yang dialaminya disebut thoraco-abdominal syndrome or Pantalogy of Cantrell, sebuah kondisi langka yang diperkirakan terjadi pada 1 berbanding 1 juta kelahiran.

Gadis kecil ini membuktikan bahwa ia mampu bertahan  dengan kondisi yang dideritanya itu. Meski dokter yang menangani kelahirannya sempat memperingatkan pada ibunya akan kemungkinan terburuk akibat kondisinya itu, bahkan beberapa dokter mengatakan Virsaviya tidak akan mampu bertahan lama.



Dia yang kelahiran Rusia pindah ke Amerika untuk menemui dokter yang mampu menangani kondisinya, namun kebanyakan dokter mengatakan mereka tidak mampu menangani kondisi yang sangat langka itu.

kepada BBC dia berkata "ini adalah jantungku. aku adalah satu - satunya orang yang memillikinya(kondisi langka ini)". dia juga menambahkan "Ketika saya memakai baju, saya pilih baju yang lembut agar tidak menyakiti jantungku" "saya berjalan-jalan, saya melompat, saya terbang, saya tidak diperbolehkan berlari namun saya suka berlari"



Dan ibunya juga berkata "para dokter mengatakan padaku Virsaviya memiliki kondisi langka. namun mereka mengatakan dia tidak akan mampu bertahan. Ketika saya melihat bagaimana jantungnya berdetak, tentu bagiku itu adalah hal yang spesial"



Sang Ibu, Dari, pindah dari Rusia ke Amrika berharap bahwa ia akan bisa mengoperasikan putrinya tersebut namun dia mengatakan kalau putrinya tidak cukup kuat karena memiliki masalah pada tekanan darahnya.



Rabu, 08 Februari 2017

Ternyata Jatuh Cinta Itu Menyehatkan Lho, Gak Percaya?


Orang yang sedang terjangkit "virus cinta" akan mengalami perasaan bahagia sepanjang hari. Merasa lebih semangat dalam menjalani hidup, bahkan masalah - masalah yang berat terasa menjadi lebih ringan.

Baca Juga : Inilah Yang Terjadi Pada Otak Ketika Sedang Jatuh Cinta

Seperti dikutip dari situs Syracuse University , sebuah studi meta analisis yang baru dari Prof Stephanie Ortigue di Universitas Syracuse mengatakan bahwa jatuh cinta tidak hanya membawa perasaan senang seperti orang yang sedang menggunakan kokain. Tetapi juga memengaruhi area kecerdasan pada otak.

Ortigue dan timnya menemukan bahwa orang yang jatuh cinta memiliki pengaruh terhadap beberapa area pada otaknya. Selain itu, terdapat juga beberapa hormon yang mengalir saat orang sedang jatuh cinta, di antaranya dopamine, oksitosin, adrenalin, dan vasopresin.

Faktanya, perasaan cinta disebut-sebut turut memengaruhi fungsi kognitif atau berpikir seseorang. "Aktivitas pada beberapa bagian pada otak dapat menstimulasi hati, lalu saat sedang jatuh cinta orang juga akan merasakan sensasi seperti ada kupu-kupu di dalam perutnya," ujar Ortigue.

Penelitian lainnya juga menyebutkan pengaruh lain dari jatuh cinta pada tubuh, yakni dengan jatuh cinta maka level darah dari faktor pertumbuhan saraf turut meningkat. Molekul ini berperan penting dalam 'chemistry' sosial manusia terhadap fenomena cinta pada pandangan pertama.

Hasilnya memastikan bahwa cinta pada dasarnya memiliki dasar yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Penemuan ini merupakan implikasi terbesar bagi bidang neuroscience dan penelitian kesehatan mental, yang mengatakan jika seseorang jatuh cinta dan dapat menjaga atau mengelola hubungannya dengan baik tentu berdampak baik dan positif untuk kesehatan mentalnya.

Sebaliknya, jika tidak maka bisa saja menyebabkan stres atau bahkan depresi bagi segelintir orang yang putus cinta dan tak dapat mengelola masalah mereka dengan baik.

Senin, 30 Januari 2017

Perhatikan! 6 Bahan Makanan Ini Penyebab Sering Kentut


Siapapun pasti pernah kentut di tempat umum, bagi yang mengalaminya mungkin ini akan menjadi sesuatu yang memalukan terlebih jika disekeliling kita terdapat banyak orang. Tak jarang kita berusaha untuk menahannya. Karena akan menjadi hal yang sangat memalukan jika kita sampai kelepasan, apalagi jika kentut kita bersuara keras dan baunya terlalu menyengat.

Kentut alias buang angin, atau yang dalam bahasa ilmiah biasa dikenal dengan flatus, terjadi karena usaha perut dan usus untuk menghancurkan makanan jadi energi. Namun sering kali terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan kentut jadi terlalu sering, hingga lebih dari 20 kali (batas wajar) dalam satu hari.

Penyebab kentut

Gas dalam usus dapat dihasilkan seiring dengan proses pencernaan menghancurkan bakteri yang terdapat dalam makanan. Namun, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan meningkatnya aktivitas bakteri dan tubuh jadi lebih sulit menyerap makanan, di antaranya:

Sindrom malabsorbsi. Hal ini terjadi karena penurunan produksi enzim pada pankreas, adanya gangguan pada kantong empedu, ataupun pada jaringan usus.

Berkembangnya bakteri dalam usus. Terjadinya peningkatan perubahan jenis bakteri yang juga menyebabkan timbulnya rasa mual, buang angin dalam frekuensi yang sering, diare, dan perut penuh dengan angin.

Buang angin terlalu sering juga bisa jadi indikasi atau gejala dari beberapa penyakit, seperti diabetes, gangguan makan, pembengkakan pada usus besar, pankreatitis autoimun, dan sebagainya.
Apa saja makanan yang jadi pemicu sering kentut?

Selain peningkatan aktivitas bakteri, sering buang angin juga dipicu oleh konsumsi beberapa makanan tertentu.

Jenis makanan pemicu sering kentut itu di antaranya:


Makanan yang mengandung rafinosa, yang terdiri dari galaktosa, glukosa dan fruktosa. Makanan seperti kubis, brokoli, dan asparagus biasanya mengandung rafinosa. Kandungan rafinosa dalam dosis banyak juga ditemukan pada kacang.

Amilum. Kebanyakan amilum terdapat pada kentang, jagung, dan gandum. Makanan jenis ini menghasilkan gas saat dihancurkan dalam usus besar.


Fruktosa, yang banyak ditemukan pada beberapa buah dan minuman manis seperti minuman bersoda dan jus buah dalam kemasan.


Sorbitol (gula pengganti), yang banyak ditemukan dalam permen bebas pemanis dan permen karet.

Serat. Serat terdiri dari serat yang mudah larut dan serat tak mudah larut. Serat mudah larut mengandung lebih banyak gas dan ia takkan hancur hingga ia mencapai usus besar. Sedangkan serat tidak mudah larut dengan mudah terserap saat melalui usus dan hanya menghasilkan sedikit gas.

Kapan kentut yang terlalu sering ini harus diperiksakan ke dokter?

Anda sebaiknya segera periksakan ke dokter bila Anda buang angin dalam frekuensi yang sering disertai timbulnya gejala:

Rasa kram pada perut yang mengganggu
Perubahan pada kebiasaan usus besar
Diare
Sembelit
Demam
Mual dan muntah
Nyeri pada perut bagian kanan.
Bagaimana menghentikan masalah sering buang angin?

Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menangani frekuensi buang angin yang tinggi ini antara lain:

Dengan membuat buku harian yang berisi makanan minuman apa saja yang Anda konsumsi dalam satu hari. Langkah ini juga dapat membantu Anda mengelompokkan antara makanan yang aman dikonsumsi dengan yang tidak.
Jika langkah di atas tidak berhasil, Anda bisa dengan mengawali minggu Anda dengan makanan yang diketahui kandungannya aman bagi tubuh Anda dan menambah jenis makanan baru setiap 2 hari sekali.
Secara umum, hindari perilaku makan berlebihan. Selain dapat memicu kegemukan, hal ini juga bisa memicu kentut yang sering.
Langkah-langkah di atas mungkin takkan total menyembuhkan keseringan buang angin Anda, namun dapat mengurangi gejala yang akan dirasakan.

Sedangkan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah adanya gas berlebihan dalam tubuh Anda antara lain:

Melakukan diet sederhana sambil mengidentifikasi makanan apa saja yang berpotensi menghasilkan banyak gas pada tubuh Anda serta,
Tak perlu terburu-buru saat mengunyah makanan Anda.