Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Februari 2017
Ternyata Jatuh Cinta Itu Menyehatkan Lho, Gak Percaya?
Orang yang sedang terjangkit "virus cinta" akan mengalami perasaan bahagia sepanjang hari. Merasa lebih semangat dalam menjalani hidup, bahkan masalah - masalah yang berat terasa menjadi lebih ringan.
Baca Juga : Inilah Yang Terjadi Pada Otak Ketika Sedang Jatuh Cinta
Seperti dikutip dari situs Syracuse University , sebuah studi meta analisis yang baru dari Prof Stephanie Ortigue di Universitas Syracuse mengatakan bahwa jatuh cinta tidak hanya membawa perasaan senang seperti orang yang sedang menggunakan kokain. Tetapi juga memengaruhi area kecerdasan pada otak.
Ortigue dan timnya menemukan bahwa orang yang jatuh cinta memiliki pengaruh terhadap beberapa area pada otaknya. Selain itu, terdapat juga beberapa hormon yang mengalir saat orang sedang jatuh cinta, di antaranya dopamine, oksitosin, adrenalin, dan vasopresin.
Faktanya, perasaan cinta disebut-sebut turut memengaruhi fungsi kognitif atau berpikir seseorang. "Aktivitas pada beberapa bagian pada otak dapat menstimulasi hati, lalu saat sedang jatuh cinta orang juga akan merasakan sensasi seperti ada kupu-kupu di dalam perutnya," ujar Ortigue.
Penelitian lainnya juga menyebutkan pengaruh lain dari jatuh cinta pada tubuh, yakni dengan jatuh cinta maka level darah dari faktor pertumbuhan saraf turut meningkat. Molekul ini berperan penting dalam 'chemistry' sosial manusia terhadap fenomena cinta pada pandangan pertama.
Hasilnya memastikan bahwa cinta pada dasarnya memiliki dasar yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Penemuan ini merupakan implikasi terbesar bagi bidang neuroscience dan penelitian kesehatan mental, yang mengatakan jika seseorang jatuh cinta dan dapat menjaga atau mengelola hubungannya dengan baik tentu berdampak baik dan positif untuk kesehatan mentalnya.
Sebaliknya, jika tidak maka bisa saja menyebabkan stres atau bahkan depresi bagi segelintir orang yang putus cinta dan tak dapat mengelola masalah mereka dengan baik.
Wow Ternyata Ketika Sedang Jatuh Cinta Inilah Yang Terjadi Pada Otak Kita
Siapa sih yang belum pernah merasakan jatuh cinta. Banyak keanehan yang terjadi pada seseorang akibat "virus cinta", mulai dari perubahan fisik, mental maupaun cara berfikir seseorang terhadap seseorang yang dicintainya.
Baca Juga : Ternyata Jatuh Cinta Itu Menyehatkan Lho!
Sesuatu yang sulit untuk di definisikan bahkan oleh orang yang mengalaminya sendiri yaitu ketika ada yang bertanya "Apa itu cinta?" Bahkan pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang paling sering ditanyakan pada situs pencarian Google di tahun 2012. Para ahli pun menyetujui bahwa emosi manusia merupakan hal yang kuat dan sulit dipahami.
Menurut para psikolog, cinta didefinisikan sebagai keadaan yang berbeda dengan menyayangi (keluarga atau sahabat) dengan keinginan untuk terus menjalin hubungan dengan orang yang lebih spesifik. Namun, apa yang terjadi secara biologis?
Sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience, menunjukkan aktivitas yang berada di daerah otak berhubungan dengan penghargaan, motivasi, emosi, dan fungsi sosial yang tinggi ketika seseorang mengalami keadaan 'jatuh cinta'. Cinta dikenal memiliki berbagai efek pada tubuh yang menyebabkan perasaan euforia, kebahagiaan, obsesi, dan bahkan perubahan kepribadian.
Dan bagaimana aktivitas otak ketika orang sedang merasakan 'jatuh cinta'? Peneliti di University of Science and Technology of China, Southwest University, dan beberapa Universitas lain melakukan studi untuk melihat bagaimana cinta dapat memengaruhi aktivitas otak. Mereka meneliti 100 orang pria dan wanita segala usia, kemudian membaginya menjadi 3 kelompok.
Kelompok pertama adalah orang-orang yang sedang jatuh cinta, kelompok kedua adalah ornag yang sedang putus cinta, dan kelompok terakhir adalah orang-orang yang belum pernah merasakan cinta,
Para peserta menjalani pemeriksaan aktivitas otak dengan menggunakan MRI dan diminta untuk tidak memikirkan apapun. Hal tersebut dimaksudkan untuk membantu para peneliti mendapatkan keseluruhan gambar fungsi otak mereka.
Hasilnya menunjukkan, mereka yang berada dalam kelompok 'cinta' memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi di beberapa daerah otak. Semakin lama mereka jatuh cinta, semakin besar pula aktivitas otak yang terlihat. Untuk kelompok yang putus cinta, mereka menunjukkan bahwa aktivitas otak yang terdeteksi lebih rendah.
"Studi ini membuktikan bahwa perubahan yang dilakukan 'cinta' berpengaruh pada gambaran fungsi otak. Ke depannya, akan terlihat hasil hubungan mekanisme saraf dan perasaan cinta," tulis para peneliti di jurnal tersebut, dikutip dari Medical Daily.
Hal ini menunjukkan bahwa cinta dapat memengaruhi jaringan otak serta aktivitas kognitif sosial otak. Jadi, jatuh cinta merupakan hal yang mudah untuk dilakukan sekaligus menjadi hal yang sulit untuk dipahami. Bahkan para ahli pun berpendapat demikian.
Langganan:
Komentar (Atom)

